Ibu kota Mali diserang oleh sekelompok pria bersenjata, tepatnya di hotel terkenal Radisson yang berpusat di Bamako. Berdasarkan informasi dari pihak keamanan setempat, pelaku menembaki hotel dan melemparkan granat.
Dilansir Liputan6.com, (20/11), Tamba Diarra, Staf Radisson Blue Hotel yang berhasil dihubungi via telpon mengatakan bahwa para penyerang yang ada di TKP menggunakan granat. Namun, Diarra belum mengkonfirmasi jumlah korban dan kerusakan yang terjadi.
Dia juga belum bisa memastikan bagaimana keselamatan kondisi korban, karena pasalnya 170 orang disandera oleh kelompok bersenjata. Kedutaan Besar Amerika Serikat yang ada di Malai memerintahkan kepada seluruh warga Amerika segera mencari tempat aman dan melaporkan dirinya ke kedutaan setempat.
Nampak tujuan dari aksi ini adalah untuk mengumpulkan sandera sebanyak mungkin. Pihak Kedubes khawatir serangan tersebut dilakukan oleh kelompok teroris ekstrimis. Kejadian ini terjadi di lantai tujuh dan para pelaku menembak di sepanjang koridor. Laporan penyerangan ini pertama kali dikonfirmasi melalui media sosial dan masih belum jelas apa yang sebetulnya terjadi di penginapan mewah tersebut.
