Ia tak memungkiri bahwa politik AS saat ini tengah kehilangan arah karena kepemimpinan Donald Trump. Hanya saja ia tak menyinggung nama Trump sama sekali. Namun, semua yang di ruangan tahu bahwa ia sedang membicarakan kepincangan politik di negaranya saat ini.
Meski ketimpangan ekonomi, sistem peradilan yang lumpuh, serta perubahan iklim harus segera ditangani, tapi menurut Obama,"Semua masalah itu serius dan menghantui kita, tapi masalah itu bukannya tak bisa diselesaikan. Apa yang menghalangi kita untuk membuat kemajuan berhubungan dengan kehidupan politik dan bernegara kita."
Obama menilai, tak sedikit masyarakat yang semakin apatis terhadap politik dan konsekuensinya tak terlihat bagus untuk kehidupan bernegara di AS. Ia pun ingin untuk menggerakan generasi muda sebagai penerus bangsa untuk lebih aktif dalam politik, terutama untuk membuktikan bahwa AS itu bukan milik Demokrat atau Republikan, tapi masyarakat itu sendiri.
"Ketika saya berkata pada 2004 bahwa tak ada negara bagian merah (Republik) dan negara bagian biru (Demokrat), yang ada hanya Amerika Serikat, itu adalah komentar berisi harapan," ujar Obama. Ia kemudian melanjutkan:
Ketika berbicara pada masing-masing individu, saya menemukan lebih banyak kesamaan daripada perbedaan. Namun, yang pasti itu tak benar ketika kita berbicara kehidupan politik dan bernegara dan mungkin yang lebih berdampak buruk adalah fakta bahwa masyarakat tak terlibat (di dalamnya); mereka menjadi sinis dan menyerah (untuk terlibat).