Jakarta, IDN Times - Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang penggunaan propaganda Rusia oleh tim sukses tertentu menuai polemik. Pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) selaku tim kampanye pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno membantah hal itu.
Propaganda dimaknai sebagai penggunaan informasi yang sangat selektif dan menipu untuk tujuan membujuk target dan membangkitkan respons emosional, bukan rasional. Mediumnya bisa beragam, termasuk internet. Global Risk Report 2019 memasukkan serangan siber seperti ini ke dalam salah satu bentuk ancaman.
Sementara itu, setidaknya ada tiga negara lain (selain Amerika Serikat) yang resah sebab kehadiran perang informasi yang disebut berpusat di Kremlin itu sangat terasa. Ketiga negara itu adalah Ukraina, Finlandia dan Filipina.
