"Terima banyak tekanan, pemerintah tidak ubah keputusan."
Presiden Joko Widodo mengakui bahwa ada banyak sekali tekanan dari dunia internasional terkait eksekusi mati terpidana kasus narkoba. Namun, ia juga menegaskan bahwa Indonesia tidak akan mengubah keputusan itu karena Indonesia memiliki kedaulatan hukum yang harus dihormati dunia internasional. Jokowi sendiri mengatakan ia sudah banyak berbicara soal hukuman mati ini dengan media internasional. Sehingga, ia merasa tidak perlu lagi mengulang berbicara soal perubahan keputusan.
Saat ini, sebanyak 10 terpidana mati yang akan dieksekusi tahap dua sudah dipindahkan ke Nusakambangan. Segala persiapan pun telah mencapai 100 persen. Namun, belum ada keputusan tanggal pasti kapan eksekusi mati akan dilaksanakan, menunggu keputusan dari Jaksa Agung HM Prasetyo.
Lobi internasional
Di tengah ketidakpastian tanggal eksekusi itu, lobi-lobi dari pihak asing terus berdatangan. Salah satu negara yang sangat gencar melobi pembebasan narapidana itu adalah Australia. Dua warga negara Australia yang tergabung dalam sindikat Bali Nine diharapkan bisa dibebaskan dari hukuman mati dan sebagai gantinya cukup dipenjara seumur hidup.
Dua minggu lalu, Presiden Joko Widodo mengaku telah dikontak oleh Perdana Menteri Tony Abbot, yang pernyataannya soal bantuan tsunami Aceh sempat menyinggung rakyat Indonesia. Namun, keputusan eksekusi mati tidak berubah.
Australia juga mengaku mendapatkan dukungan dari sebagian besar warganya untuk mendapatkan pengampunan bagi duo terpidana Bali Nine. Melalui media sosial Twitter, banyak warga Australia mengancam akan memboikot Bali dan Indonesia dari destinasi wisatanya. Kabar terakhir, pemerintah Australia menyatakan akan menanggung biaya seumur hidup bagi Myuran Sukumaran dan Andrew Chan jika keduanya diberikan pengampunan.
Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop, yang mengaku bersahabat baik dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi, mengatakan bahwa ia tidak ingin persahabatan kedua negara yang telah dibangun bertahun-tahun rusak karena eksekusi mati ini. Namun, surat tawaran terakhir dari Julie Bishop sudah ditolak oleh Retno Marsudi. Surat Menteri Retno menegaskan komitmennya untuk memperkuat dan meningkatkan hubungan bilateral kedua negara, dan tidak menyinggung soal tawaran Australia atas Bali Nine.
