Penembakan dan Perusakan Nisan Terjadi, Denmark dan Perancis Siaga

Hari Sabtu (14/2) lalu, terjadi dua penembakan di Copenhagen, Denmark. Kedua penembakan itu terjadi dalam selisih waktu beberapa jam saja. Penembakan pertama terjadi di sebuah kafe tempat seorang kartunis Lars Vilks yang menggambarkan sosok Nabi Muhammad dan pendukungnya mengadakan sebuah forum.

Akibat penembakan itu seorang pria tewas dan tiga polisi terluka. Dilansir dari New York Times, Vilks sudah sejak lama menjadi target pembunuhan karena menggambar karikatur Nabi Muhammad. Ia juga merupakan salah satu pembicara di acara diskusi berjudul "Seni, penghujatan dan kebebasan berekspresi".

Vilks sendiri yang sudah lima tahun ini selalu dikawal polisi, meyakini penembakan itu terinspirasi dari tragedi Charlie Hebdo, dan mengincar dirinya.
Sepuluh jam kemudian, penembakan kedua terjadi lagi. Seorang pria mendekati dua polisi di dekat sebuah rumah ibadah dan mulai menembak. Seorang pria tertembak dan meninggal, sementara dua polisi terluka.

Hari Minggu pagi, setelah melakukan pencarian pada semua kendaraan, polisi menembak seorang pria di dekat stasiun kereta Norrebro. Associated Press mengatakan pria yang ditembak mati itu menembaki polisi saat diajak berbicara.

Pria yang ditembak itu teridentifikasi sebagai Omar Abdel Hamid El-Hussein, diduga sudah menyatakan sumpah setia pada IS seminggu sebelum melakukan aksinya. Dalam akun Faceooknya, ia mengatakan akan setia pada Abu Bakar dengan ketaatan penuh dalam hal baik dan hal buruk.

Sebelumnya, Hussein ternyata juga sering berurusan dengan aparat karena melakukan berbagai kejahatan dan baru keluar dari penjara dua minggu sebelum beraksi. Badan Intelijen Denmark, PET, sudah memperhatikan Hussein sejak lama karena laporan dari Lembaga Pemasyarakatan bahwa ada kemungkinan Hussein menjadi radikal selama dipenjara. Direktur PET, Jens Madsen, mengatakan Hussein terinspirasi penembakan Charlie Hebdo dan toko Kosher di Paris, yang menewaskan 17 orang.

Sehari usai penembakan di Copenhagen, ratusan nisan di sebuah pemakaman Yahudi di Perancis dirusak orang yang tak dikenal. Perusakan nisan itu diketahui hari Minggu (15/2) dan menyebabkan umat Yahudi di Denmark dan Perancis makin khawatir. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu akhirnya mengajak umat Yahudi Eropa untuk mengungsi ke Israel dengan alasan keamanan, namun ajakan itu ditolak oleh warga Yahudi Denmark.

Usai dua insiden berurutan ini, Perancis makin memperketat pengamanan negaranya. Sekitar 10 ribu personel dan ribuan warga dikerahkan untuk menjaga tempat-tempat umum karena ancaman militan "sangat tinggi".



















