Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
independent.co.uk
independent.co.uk

Usai diwarnai serangkaian kekerasan berdarah dan penundaan selama sepekan, Muhammad Buhari kembali terpilih untuk jalani masa jabatan kedua. Komisi Pemilihan Nasional Independen Nigeria mengumumkan pada Selasa (26/2/2019) malam waktu setempat jika sang presiden inkumben dinobatkan sebagai pemenang.

Dilansir oleh BBC, proses pemungutan suara yang dilaksanakan pada Sabtu (23/2/2019) lalu menyatakan jika Buhari unggul lumayan jauh atas rival kuatnya, Atiku Abubakar (mantan wakil presiden dan pengusaha kondang), yakni 50 persen berbanding 45 persen. Adapun sisa 5 persen suara terbagi menjadi milik 67 kandidat lainnya. Padahal Pilpres kali ini dihantui masalah golput mengingat kurang dari 35 persen pemilih yang menggunakan hak pilihnya.

1. Muhammad Buhari kembali duduk di kursi kepresidenan Nigeria selama empat tahun mendatang

Reuters/Olafobi Sotunde

Hanya beberapa saat setelah kemenangannya diumumkan, sosok yang juga pernah duduk di tampuk kepemimpinan militer Nigeria menulis pujian kepada tim kampanyenya. "Saya bertemu dengan para pekerja keras di tim kami, banyak diantaranya yang masih berusia muda. Saya sangat bangga dengan keberhasilan yang telah diraih," tulisnya di akun @MBuhari disertai beberapa foto dirinya tengah memantau hasil survei di kantor pemenangan yang terletak di Abuja, ibukota Nigeria.

Respon bertolak belakang ditunjukkan oleh partai Atiku, Partai Rakyat Demokratik, selaku oposisi yang selama ini getol mengkritik sepanjang empat tahun pertama kepemimpinan Buhari. Seperti dilaporkan oleh kantor berita Reuters, menyebut pemilu kali ini penuh kecurangan dan menolak menerima hasil penghitungan suara. Hal tersebut didasari banyaknya masalah yang mengiringi, sekaligus tudingan jika data telah dimanipulasi.

2. Sejumlah bentrok berujung jatuhnya korban jiwa iringi proses kampanye hingga penghitungan suara

CrisisGroup.org

Lebih jauh, jumlah angka resmi belum diumumkan oleh otoritas keamanan setempat, LSM lokal Situation Room menyebut total sudah ada 47 korban jiwa jatuh sejak hari Sabtu silam. Pemicu utamanya adalah serangkaian kekerasan baik sesama pendukung maupun dengan polisi yang terjadi di seluruh penjuru negeri kaya minyak tersebut.

Terhitung sudah ada lebih dari 260 orang tewas akibat pertikaian berdarah sejak kampanye dimulai sejak bulan Oktober silam. Keamanan jadi krisis utama yang berujung pada penundaan hari pemungutan suara. Ironis, mengingat Nigeria terbilang sebagai salah satu negara paling demokratis di Afrika. Namun di sisi lain, angka di atas masih tergolong rendah dibandingkan beberapa Pilpres sebelumnya.

3. Kelompok pengamat utusan organisasi internasional masih menunggu waktu hingga akhir pekan ini

ReportFocusNews.com

Meski pihak oposisi sudah menyatakan sikap menolak, lain lagi dengan para pengamat. Sejumlah wakil utusan organisasi internasional seperti ECOWAS, Uni Afrika dan PBB masih menunggu hingga proses penghitungan suara benar-benar rampung, diperkirakan pada akhir pekan ini, sebelum melaporkan "kejanggalan" kepada publik.

Terpilih kembali sebagai pemimpin hampir 200 ribu penduduk, Muhammad Buhari dituntut menyelesaikan sejumlah masalah pelik. Mulai dari kekurangan pangan, korupsi, ancaman keamanan dari kelompok teroris Boko Haram, keran investasi yang macet, melambatnya pertumbuhan ekonomi hingga tingginya angka pengangguran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team