World Health Organization (WHO) atau badan kesehatan dunia baru saja merilis Laporan Keamanan Berkendara di Dunia untuk tahun 2015. WHO sendiri memiliki alasan mengapa mereka harus mengeluarkan laporan ini. Salah satunya adalah karena lebih dari 1,2 juta penduduk dunia meninggal di jalanan karena kecelakaan. Hal ini juga diperparah bahwa sebagian besar kematian ini terjadi di negara miskin dan berkembang. Padahal, angka ini sebenarnya bisa ditekan, lho jika pengendara mengetahui aturan mereka ketika berkendara.
Lalu, bagaimana hasilnya? Dimulai dari negara dengan angka kematian tertinggi di jalan, ternyata posisi ini dihuni oleh Libya. Tercatat bahwa di Libya terjadi 73,4 kematian tiap 100.000 penduduk setiap tahunnya. Hal ini kemudian diikuti oleh Thailand, Malawi, Liberia, dan Kongo sebagai "top five" dengan jumlah kematian tertinggi di jalanan. Adapun hasilnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel diatas memperlihatkan bahwa sebanyak 90 persen kecelakaan terjadi di negara berkembang meskipun kepemilikan kendaraan bermotor di wilayah tersebut hanya sebesar 54 persen dari total kendaraan secara keseluruhan di seluruh dunia.
Tabel selanjutnya memperlihatkan bagaimana negara maju, khususnya negara di Eropa memiliki angka kematian yang kecil di jalanan. Dari 10 negara dengan angka kematian terkecil, Eropa menyumbangkan lebih dari separuhnya. Seperti Swedia yang berada di urutan kedua dengan 2,8 kematian tiap 100.000 penduduk dan diikuti oleh Inggris dengan 2,9 kematian.
Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Tidak disebutkan secara spesifik dalam laporan tersebut tentang urutan keberapa posisi Indonesia karena ini hanyalah laporan, bukan disusun seperti ranking. Namun, Indonesia sendiri memiliki 15,3 kematian tiap 100.000 penduduk. Hal ini cukup baik di kawasan ASEAN mengingat Indonesia 'hanya' berada di bawah Singapura dan Filipina dengan masing-masing 3,6 dan 10,5 kematian tiap 100.000 penduduk. Posisi Indonesia ini masih berada di atas Thailand, Malaysia, Myanmar dan Kamboja dengan masing-masing 36, 24, 20, dan 17,4 kematian tiap 100.000 penduduk.
Tentu laporan ini bisa menjadi arahan bagi kebijakan pemerintah Indonesia ke depannya bagaimana meminimalisir angka kecelakaan dan kematian di jalanan. Dan, tentu saja, angka ini hanya bisa diminimalisir jika kita sebagai pengguna jalan mengerti dan selalu menaati segala aturan yang berlaku di jalan.
