Demonstran membakar bendera Amerika Serikat, Israel dan Inggris saat aksi protes menentang pembunuhan Mayor Jenderal Iran Qassem Soleimani, pemimpin IGRC, dan komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis, yang tewas saat serangan udara di Bandara Baghdad, Irak, pada 3 Januari 2020. ANTARA FOTO/WANA (West Asia News Agency)/Nazanin Tabatabaee via REUTERS
Tudingan yang sama juga dilontarkan oleh Trump. Dalam serangkaian cuitan, ia bahkan menyebut banyak warga Iran yang senang dengan kematiannya. Ini merujuk kepada ribuan warga Iran yang turun ke jalan untuk memprotes pembunuhan Soleimani oleh Amerika Serikat.
"Jenderal Qassem Soleimani telah membunuh atau melukai dengan para ribuan warga Amerika Serikat selama beberapa waktu lamanya, dan sedang merencanakan untuk membunuh lebih banyak lagi...tapi ketahuan!" cuit Trump, tanpa merinci tudingan.
"Dia bertanggung jawab secara langsung dan tidak langsung atas kematian jutaan orang, termasuk banyaknya pengunjuk rasa yang terbunuh di Iran belakangan ini. Sementara itu takkan pernah benar-benar mengakui, Soleimani dibenci sekaligus ditakuti dalam negara itu."
"Mereka tidak sungguh-sungguh sedih seperti yang para pemimpin mereka ingin dunia luar percaya. Dia seharusnya dihabisi bertahun-tahun yang lalu!" tambahnya.