Sengketa politik Venezuela tampaknya memasuki babak baru. BBC melansir pada Minggu (14/4/2019) kemarin jika Presiden Nicolás Maduro mengutarakan keinginan untuk menambah personel milisi sipilnya sebanyak satu juta orang pada akhir tahun ini.
Seruan untuk kembali merekrut anggota sayap militer, yang bertanggung jawab langsung kepada Maduro, menyeruak setelah pemimpin oposisi sekaligus presiden transisi Juan Guaido belum lama ini membujuk militer Venezuela agar mau berpindah keberpihakan.
Namun sejauh ini, angkatan bersenjata masih berikrar setia kepada Maduro. Guaido, yang juga menjabat sebagai kepala parlemen, menyatakan dirinya sebagai pemimpin nasional sementara pada 23 Januari silam. Alasannya Pilpres 2018 yang dimenangkan Maduro penuh dengan kecurangan.
