Perlahan-lahan, tuntutan rakyat Sudan akan terciptanya pemerintahan demokratis menunjukkan titik terang. BBC melansir jika pemimpin dewan militer baru, Letjen Abdel Fattah Abdelrahman Burhan mengumumkan pada Sabtu (13/4/2019) kemarin jika pihaknya akan merombak total seluruh lembaga negara serta pembebasan para tahanan politik.
Sang pengganti Jenderal Awad Ibn Ouf, aktor utama dari kudeta presiden Omar al-Bashir, turut mempertegas komitmen untuk menghormati Hak Asasi Manusia. Hal itu ditunjukkan dengan mencabut aturan jam malam yang sempat berlaku sejak Kamis (11/4/2019) lalu. Lebih jauh, seluruh lembaga pemerintahan tingkat provinsi juga dibubarkan hingga instruksi lebih lanjut.
