Warga berjalan di sebelah gedung tempat tinggal di kota penghasil batubara Hegang, provinsi Heilongjiang, timur laut Tiongkok, pada 2 Januari 2020. Gambar diambil 2 Januari 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Ryan Woo
Meski otoritas berwenang mengatakan ada 198 kasus, tapi peneliti dari Inggris menduga jumlah sebenarnya lebih dari itu. Profesor Neil Ferguson, pakar penyakit sampar dari Imperial College, mengestimasi kurang lebih ada 1.700 kasus di seluruh Wuhan.
"Mungkin sekali bahwa munculnya coronavirus baru telah menyebabkan lebih banyak kasus penyakit pernapasan sedang dan akut secara substantial dibanding yang saat ini dilaporkan," kata Ferguson dalam sebuah laporan yang dipublikasikan di situs resmi Imperial.
Perkiraannya didasarkan pada laporan dua orang di Thailand dan satu lagi di Jepang yang didiagnosis sudah terjangkit. "Itu membuat saya khawatir," ungkap Ferguson. Ia mengalkulasi jumlah orang yang terkena virus itu sebenarnya sudah banyak.
"Wuhan bisa mengekspor tiga kasus ke negara-negara lain mengimplikasikan bisa saja ada lebih banyak kasus dibandingkan yang sudah diungkap," tambahnya. Bandara Internasional Wuhan sendiri melayani 19 juta penumpang, tapi hanya 3.400 orang yang bepergian ke negara lain.
Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App. Unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb