Dilansir dari BBC, keputusan Guaido mengadakan protes besar yang jatuh pada May Day, tepatnya pada Rabu (1/5) lalu. Ide itu datang ketika ia mencoba untuk memenangkan dukungan dari para pemimpin serikat pekerja, yang terdiri dari basis tradisional yang selalu memberikan dukungan kepada Maduro dan Partai Sosialis. Sebelumnya, Guaido sempat melakukan pendekatan dengan sektor publik selama beberapa minggu lamanya, namun memenangkan dukungan mereka terasa sulit baginya.
Dalam cuitan yang dituliskan Guaido dalam bahasa Spanyol, ia mengatakan fase terakhir dari "Operation Liberty" telah dimulai dan para pekerja publik untuk bergabung dengannya. Ia juga mendesak para pekerja tetap berada di jalan hingga Maduro mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Venezuela. Selama beberapa tahun belakangan ini, para pegawai negeri sipil telah diberitahu jika mereka tidak muncul di rapat umum pemerintah, maka akan kehilangan pekerjaan.
Di hari yang sama, para demonstran yang merupakan pendukung pro pemerintah serta anti pemerintah mengadakan demonstrasi besar yang awalnya damai justru berakhir anarkis. Akibatnya, seorang wanita berusia 27 tahun tewas ditembak di wilayah Altamira, Venezuela. Tak hanya itu sekitar 27 orang demonstran mengalami luka-luka.