Amerika, Tiongkok serta 51 negara lainnya dikabarkan juga menjadi bagian dari proyek besar ini. Nantinya, setelah selesai, peluru akan disebarkan ke penjuru dunia. Proyek yang dimulai akhir Juli ini dikabarkan akan selesai akhir tahun ini. Namun, para ahli yang ditunjuk berbagai negara inginkan proses ini semakin cepat terwujud.
Akan tetapi, menurut ahli atmosfer dari Universitas Wyoming, Amerika, Bart Geerts mengatakan kalau cara ini bisa 50 persen berhasil, meskipun dirinya tidak optimis. Bart mengaku kalau sistem ini bisa saja gagal bila zat yang ditembakkan tidak dalam jumlah yang tepat. Maka, menurut Bart, belum saatnya untuk 'menjadi Tuhan'.
Tiongkok juga dikabarkan telah memiliki rencana lain setelah proyek hujan ini. Mereka ingin membentuk salju jatuh. Meski begitu, Bart mengaku masih ragu akan kepastian teknologi tersebut. Nah, menurutmu apakah teknologi ini berguna? Maukah kamu kalau teknologi ini masuk Indonesia?