Washington DC, IDN Times - Sudah bukan rahasia lagi bahwa Arab Saudi berambisi ingin membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Setidaknya, menurut laporan Reuters, cita-cita tersebut sudah diungkapkan pada 2018 lalu ketika pemerintah mengumumkan membuka tender untuk swasta.
Namun, hasrat tersebut mendapatkan sorotan tajam dalam beberapa hari terakhir. Ini karena muncul laporan resmi di situs Kongres Amerika Serikat pada 19 Februari lalu yang isinya adalah, "beberapa whistleblowers mengingatkan soal upaya di dalam Gedung Putih untuk terburu-buru mentransfer teknologi nuklir Amerika Serikat yang sangat sensitif ke Arab Saudi".
