Pemandangan kota Kairo, Mesir. unsplash.com/Sherif Moharram
Sedikit orang meragukan bahwa Ali, orang yang bukan siapa-siapa dan tak pernah dikenal sebelumnya, punya pengaruh sebesar ini. Mereka menduga Ali hanya menjadi boneka yang ditunggangi atau bahkan dikendalikan oleh orang-orang dengan kepentingan tertentu. el-Sisi sendiri saat ini sedang berada di New York, Amerika Serikat, untuk menghadiri Sidang Umum PBB.
"Semuanya sedikit mencurigakan," kata jurnalis yang pernah menjadi anggota partai oposisi Mesir, Khaled Dawoud, kepada The New York Times. "Dia tak mengenalkan dirinya sebagai politisi. Dia lebih seperti peniup peluit dan tiba-tiba memutuskan untuk menjadi pemimpin revolusi."
Sementara yang lainnya mencurigai bahwa unjuk rasa akhir pekan kemarin tidak terjadi secara spontan. Kelompok yang kini dianggap ilegal oleh pemerintah Mesir, Ikhwanul Muslimin (Muslim Brotherhood), disebut sebagai aktor yang mungkin saja ada di balik ini semua.
Sedangkan salah satu demonstran, Hafsa, membantah ada kepentingan politik tersembunyi yang menunggangi. "Protes pada Jumat kemarin mengejutkan saya sebab orang-orang sebelumnya tak bisa menyuarakan kemarahan mereka. Jadi ini adalah sebuah tanda harapan bahwa mereka masih punya suara, mereka tidak mati," katanya kepada The Guardian.