Ilustrasi kota Manila, Filipina. unsplash.com/Charles Deluvio
Walau pada 2018 Filipina menempati peringkat ke-8 sebagai negara dengan kesetaraan gender terbaik menurut World Economic Forum, tapi tingkat seksisme di sana masih tergolong mengkhawatirkan. Ini terutama karena Filipina dipimpin oleh presiden yang sangat terkenal seksis.
Sejak memimpin, Rodrigo Duterte kerap mengeluarkan pernyataan yang merendahkan perempuan. Misalnya, pada Februari 2018 lalu ia mengatakan di hadapan lebih dari 200 mantan tentara komunis bahwa negara seharusnya menembak gerilyawan perempuan di bagian vagina. Menurutnya, itu membuat pemberontak perempuan lebih "tidak berguna".
Pada Juni 2018, ketika berkunjung ke Seoul, Korea Selatan, ia mendaratkan ciuman di bibir seorang perempuan. Juru bicara kepresidenan Filipina, Harry Roque, membela bosnya, apalagi perempuan tersebut tidak memprotes. "Jika ia tak mengeluh, aku tak merasa orang lain pantas [memprotes]."