Partai AKP mengimbau untuk dilakukan kembali Pemilihan Ulang Walikota Istanbul setelah hasil awal dan serangkaian penghitungan telah menunjukkan kehilangan kendali Istanbul untuk pertama kalinya dalam 25 tahun terakhir. Ini adalah kekalahan mengejutkan bagi Erdogan, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai walikota di Istanbul pada tahun 1990-an dan telah berkampanye sebelum Pemilihan Walikota digelar.
Belum lagi mata uang Turki dikabarkan sedang berada dalam posisi melemah dan saat ini berada di poin 6.1075 berbanding 1 dolar Amerika Serikat. Ini adalah perolehan terburuk dalam sebulan terakhir. Mata uang Lira telah jatuh selama lebih dari 10 persen sejak seminggu sebelum digelar Pemilihan Walikota.
Ketegangan atas keputusan itu telah membuat para investor merasa khawatir bahwa minggu-minggu kampanye tambahan akan mengalihkan dana dan perhatian dari menyikapi reformasi ekonomi.
"Ini merusak persepsi Turki sebagai negara demokrasi dan akan membuat ekonomi Turki rentan, berisiko terhadap stabilitas keuangan makro pada periode hingga Juli," ungkap Perwakilan Blue Bay Asset Management, Timothy Ash, seperti dikutip dari Aljazeera.com.