Kabul, IDN Times - Sebuah drone milik angkatan bersenjata Amerika Serikat membunuh setidaknya 30 petani yang sedang beristirahat usai bekerja di perkebunan pada Rabu malam (18/9). Informasi ini diungkap oleh tiga pejabat Afganistan kepada Reuters.
Keesokan harinya, yaitu pada Kamis (19/9), Amerika Serikat mengonfirmasi kejadian ini dan mengaku bahwa target drone sejatinya adalah tempat persembunyian ISIS di Afganistan.
Serangan salah sasaran tersebut terjadi di Provinsi Nangarhar yang berjarak kurang lebih 197 kilometer sebelah timur ibu kota Kabul. Selain korban tewas, drone itu juga membuat sekurang-kurangnya 40 warga sipil lainnya mengalami luka.
