London, IDN Times - Pemerintah Inggris merespons bocornya dokumen tentang perlakuan Tiongkok terhadap Uighur dan muslim minoritas lainnya di Provinsi Xinjiang. Melalui Kementerian Luar Negeri, Inggris mendorong Tiongkok memberikan akses "segera dan bebas" kepada PBB untuk melakukan penyelidikan di kamp-kamp detensi.
Dokumen sebanyak sembilan halaman tersebut ditandangani Deputi Sekretaris Partai Komunis di Xinjiang, Zhu Hailun, pada 2017. International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) menerima dokumen itu dan membagikannya kepada sejumlah media internasional yang menerbitkannya pada Minggu (24/11).
