Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dokter Diperkosa dan Dibakar, Ratusan Perempuan India Turun ke Jalan

Ilustrasi #MeToo. unsplash.com/mihaisurdu
Ilustrasi #MeToo. unsplash.com/mihaisurdu

Hyderabad, IDN Times - Ratusan perempuan di Hyderabad, India, turun ke jalan untuk memprotes pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan empat laki-laki terhadap seorang dokter hewan pada Rabu (27/11). Aksi protes yang sama juga terjadi di Bangalore dan Delhi.

Dilansir dari India Today, para pelaku menghabisi nyawanya dengan cara membakar tubuhnya dalam kondisi hidup pada dini hari. Tubuh perempuan 26 tahun itu sendiri ditemukan di pinggiran Hyderabad pada malam harinya.

1. Kejahatan itu diduga sudah direncanakan

Ilustrasi bendera India. unsplash.com/Naveed Ahmed
Ilustrasi bendera India. unsplash.com/Naveed Ahmed

Berdasarkan rekaman CCTV, laporan kepolisian dan pengakuan sejumlah saksi, apa yang menimpa perempuan malang tersebut sudah direncanakan oleh keempat pelaku. Misalnya, ban sepeda motornya rupanya sudah digembosi sehingga ia kesulitan untuk segera pulang dari sebuah plaza.

Mereka pun berpura-pura menawarkan bantuan dan kemudian menyeretnya ke area sepi dekat jalan yang dilingkupi semak-semak. Di situlah pemerkosaan terjadi. Selanjutnya, ia dicekik sampai kesulitan bernafas dan pingsan. Mereka membawa tubuhnya dengan sebuah truk, membuangnya ke pinggir jalan, lalu membakarnya pada pukul 02.00 dini hari.

2. Keempat tersangka ditangkap dan tiga polisi ditangguhkan

Ilustrasi #MeToo. unsplash.com/mihaisurdu
Ilustrasi #MeToo. unsplash.com/mihaisurdu

Tubuhnya baru ditemukan sekitar tiga jam kemudian oleh warga sekitar. Sedangkan empat tersangka adalah Mohammad Areed, Jollu Shiva, Chintakunta Chennakeshavulu dan Jollu Naveen sudah ditangkap. Polisi mengatakan mereka berusia antara 20 sampai 26 tahun.

Ada juga tiga anggota kepolisian setempat yang jabatan mereka ditangguhkan karena terbukti gagal merespons laporan hilangnya korban dengan cepat. Ketika didatangi keluarga yang melapor, ketiganya justru menyebut korban mungkin sedang pergi dengan seorang laki-laki dan meminta mereka meninggalkan kantor polisi.

NDTV melaporkan bahwa keluarga mengaku mendatangi polisi karena pada malam kejadian korban menelepon dan memberitahu bahwa ban sepeda motornya kempes. Ia juga sempat mengaku merasa takut. Baru enam jam kemudian polisi menganggap laporan ini serius.

3. Komnas Perempuan India menilai terlambatnya polisi dalam bertindak berakibat fatal

Infografis pelecehan seksual. IDN Times/Arief Rahmat
Infografis pelecehan seksual. IDN Times/Arief Rahmat

Anggota Komnas Perempuan India, Shymala Kunder, mengatakan kepada The Guardian bahwa keluarga korban sangat terguncang dengan peristiwa ini. Ia juga telah mengunjungi lokasi kejadian yang menurutnya "terbengkalai dan tak terurus sehingga siapa pun bisa melakukan apa pun di sana tanpa ada yang mengetahui".

Kunder juga kecewa dengan respons polisi dan menuntut keadilan bagi korban. "Ketika mereka pergi ke kantor polisi untuk melaporkan orang hilang, polisi hanya berkata itu bukan yurisdiksi mereka," tutur Kunder. Ia menambahkan bahwa apa yang dilakukan polisi berakibat fatal.

"Seandainya polisi segera bertindak, mungkin perempuan itu bisa diselamatkan. Kini, kami menuntut adanya hukuman segera bagi semua pelaku supaya ini mengirimkan pesan yang kuat kepada masyarakat," tegasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Rosa Folia
EditorRosa Folia
Follow Us

Latest in News

See More

Magna voluptas voluptates soluta mollit reprehenderit amet commodi l

07 Jan 2026, 15:05 WIBNews
gallery keenam

Artikel revised [edit LAGI]

25 Nov 2025, 15:15 WIBNews