Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi posisi pertahanan Changrindo di bagian barat, dalam foto tidak bertanggal yang disiarkan oleh Pusat Agensi Berita Korea Utara (KCNA) pada 25 November 2019. ANTARA FOTO/KCNA via REUTERS
Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Ri Thae Song mulai angkat bicara tentang tenggat waktu dialog nuklir antara Korea Utara dan Amerika Serikat yang jatuh pada akhir tahun ini. Kepada kantor berita KCNA, Ri melontarkan komentar yang lebih mirip seperti ancaman kepada Washington.
Ri menilai apa yang dilakukan Amerika Serikat adalah untuk memerangkap Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) dalam fase dialog demi keuntungan Trump menjelang Pilpres pada 2020.
"Dialog yang coba dijual Amerika Serikat, secara esensi, hanyalah trik bodoh yang dilahirkan untuk memaksa DPRK melakukan dialog dan menggunakannya demi situasi politik serta Pemilu di Amerika Serikat," kata Ri.
"Yang tersisa untuk dilakukan sekarang adalah pilihan Amerika Serikat dan ini sepenuhnya terserah Amerika Serikat untuk memilih hadiah Natal apa yang ingin diterima," kata Ri, mengisyaratkan bahwa Pyongyang akan merespons sikap Washington jika gagal menunjukkan perkembangan.