Seperti dilaporkan AFP, telah berbulan-bulan lamanya Pemerintah Kota Bangkok mengindikasikan perang terhadap para pedagang kaki lima yang berjualan segala macam barang. Mereka menyediakan makanan jalanan, termasuk yang paling khas, serangga goreng, hingga pakaian serta aksesoris dengan harga miring.
Misalnya, para pedagang kaki lima di distrik Thonglor yang merupakan salah satu kawasan populer bagi wisatawan asing terpaksa diusir pada beberapa minggu lalu. Menurut pejabat pemerintah, kehadiran para pedagang kaki lima itu mengganggu para pejalan kaki serta membuat kota kotor karena sampah-sampah mereka berserakan.
"Semua jenis pedagang kaki lima, mulai dari yang berjualan baju, barang-barang palsu, hingga makan akan dilarang berjualan lagi di jalan-jalan utama kota," ungkap Wanlop Suwandee, penasihat dari Gubernur Bangkok. "Mereka dilarang (berjualan) untuk alasan ketertiban dan kebersihan," tambahnya.