Jenewa, IDN Times - Dewan HAM PBB sepakat untuk menyelidiki dugaan pembunuhan ekstra yudisial di Filipina yang terjadi sejak Presiden Rodrigo Duterte terpilih pada 2016 lalu. Kesepakatan ini merupakan hasil voting oleh 47 negara anggota yang berada di Jenewa, Swiss, pada Kamis (11/7).
Pemerintah Filipina sendiri mengaku bahwa setidaknya ada 6.600 nyawa warga sipil melayang sejak perang melawan peredaran obat-obatan terlarang dimulai tiga tahun lalu. Namun, Dewan HAM memperkirakan angka sebenarnya mencapai 27.000 jiwa.
