Presiden Tiongkok Xi Jinping saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. ANTARA FOTO/Sputnik/Alexei Druzhinin/Kremlin via REUTERS
Perang dagang dengan Amerika Serikat, menurut pengamat, semakin menambahkan urgensi sehingga pemerintah mempercepatnya. Dikutip dari Business Insider, Huawei, salah satu perusahaan teknologi raksasa asal Tiongkok, menghadapi sanksi dari Washington pada tahun ini.
Huawei dilarang mengakses perangkat Android milik Google di Amerika Serikat. Perusahaan lain, ZTE, sempat mendapat sanksi serupa, tapi kemudian dicabut sebagian usai membayar denda sebesar Rp14 triliun. Hanya saja, ZTE masih masuk dalam daftar hitam yang dilarang melakukan kontrak dengan pemerintah.
Instruksi untuk mengganti semua perangkat keras dan lunak buatan asing dengan buatan dalam negeri itu mendatangkan tantangan tersendiri. Pasalnya, kebanyakan developer mengembangkan sistem operasi berdasarkan Windows milik Microsoft dan macOS kepunyaan Apple.
Lenovo, yang telah dibeli oleh pemerintah Tiongkok, juga tidak sepenuhnya diproduksi secara domestik. Prosesor Lenovo masih dibuat oleh Intel yang merupakan perusahaan Amerika Serikat bermarkas di Silicon Valley. Lalu, beberapa perangkat lainnya dibuat oleh Samsung yang adalah perusahaan Korea Selatan.
Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App. Unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb