Auckland, IDN Times - Nama Behrouz Boochani barangkali masih asing di telinga banyak orang. Ia merupakan seorang jurnalis asal Iran yang menjadi pengungsi di Kepulauan Manus, Papua Nugini, selama enam tahun. Wartawan peraih berbagai penghargaan jurnalistik itu akhirnya bebas dari pusat detensi pengungsi yang dioperasikan Australia itu pada Kamis (14/11).
Ia mendarat di Selandia Baru untuk memulai aktivitasnya di dunia literasi sebagai undangan di acara Word Festival di Christchurch. Boochani mendapatkan kesempatan ini setelah rutin melaporkan kondisi pusat detensi saat dirinya juga berstatus sebagai pengungsi. Ia disebut sebagai Suara dari Kepulauan Manus karena mengungkap seperti apa rezim imigrasi Australia.
