Dikutip dari The Guardian, ditarik kembalinya Duta Besar Prancis untuk Italia oleh Pemerintah Prancis diakibatkan ketegangan kedua negara, dimana Prancis menuduh pemimpin politik Italia melakukan serangan verbal terhadap Presiden Macron.
Wakil Perdana Menteri Italia, Matteo Salvini, dan Ketua Partai Gerakan Bintang Lima, Luigi Di Maio, merupakan pengkritik utama Pemerintah Prancis di Italia. Dukungan terhadap gerakan gilets jaunes (rompi/jaket kuning) oleh kedua pimpinan politik Italia yang bersayap kanan tersebut, ternyata menyulut amarah Pemerintah Prancis hingga memaksa mereka untuk menarik Duta Besarnya dari Roma, Italia.
"Prancis telah, selama beberapa bulan, menjadi sasaran serangan berulang tak berdasar dan pernyataan yang keterlaluan", ujar Kementerian Luar Negeri Prancis. Mereka juga menambahkan bahwa, "memiliki perbedaan pendapat adalah satu hal, tetapi memanipulasi hubungan untuk tujuan pemilu adalah hal lain".