unsplash.com/Jonathan Kho
Angka kelaparan terus bertambah dan menyebabkan gizi buruk, hingga memengaruhi jumlah penduduk yang mengalami kelebihan berat serta obesitas. Tren ini meningkat di seluruh kawasan, terutama di antara anak-anak usia sekolah dan orang dewasa. Menurut laporan FAO, obesitas berkontribusi dalam empat juta kematian secara global.
Fakta lain adalah mayoritas anak-anak usia sekolah di seluruh dunia tidak cukup mengonsumsi buah-buahan serta sayuran. Mereka lebih sering memakan makanan cepat saji serta minuman bersoda. Aktivitas fisik yang menunjang kesehatan juga jarang sekali dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada 2018, diperkirakan ada sekitar 40 juta anak di bawah usia lima tahun mengalami kelebihan berat badan. Asia dan Afrika memiliki populasi dengan prevalensi kelebihan berat badan terendah (5,2 persen dan 4,9 persen).
Namun, ketika digabungkan, sepertiga dari total anak di bawah lima tahun di dunia yang mengalami kekurangan berat badan tinggal di sana (46,9 persen dan 23,8 persen). Sementara, sebanyak 672 juta orang dewasa mengalami obesitas.
Peningkatan prevalensi obesitas dari 2000 sampai 2016, menurut FAO, lebih besar dibandingkan kelebihan berat bedan. Orang-orang obesitas kebanyakan tinggal di negara dengan ketidaktahanan pangan level sedang hingga sangat buruk. Misalnya, di kawasan Amerika Latin dan Afrika.