skyscrapercity.com / Iskhandar M. & Mekar Aluminium
General Manajer PT Angkasa Pura I, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama mengatakan permasalahan ganti rugi lahan bandara serta bangunan dan lain-lainnya sudah selesai namun dia mengiyakan masih ada warga yang menolak untuk pindah meski sudah final di sidang konsinyasi.
"Uang ganti rugi warga yang menolak lahannya dibeli, maka melalui sidang konsinyasi sudah selesai semua dan uang sudah dikirim oleh PT AP I ke Pengadilan Negeri Wates Kulon Progo," ujarnya ketika dikonfirmasi, Rabu (20/2)
Menurut Agus, besar kemungkinkan warga yang menolak pembayaran ganti rugi dan hingga kini belum mencairkan uangnya di pengadilan karena terkendala sejumlah syarat, seperti masih adanya gugatan sengketa ahli waris hingga penjualan lahan di bawah tangan.
"Yang jelas dahulu masih ada warga yang menolak mencairkan dananya di PN Wates Kulon Progo, namun perkembangannya sampai sekarang saya tidak terlalu memantau berapa warga yang sudah mencairkan, berapa warga belum mencairkan, serta berapa besaran dana yang kini masih di PN Wates, Kulonprogo. Namun, bagi kami, permasalahan sengketa lahan untuk bandara sudah selesai setelah sidang konsinyasi," terangnya.
Pembebasan lahan untuk pembangunan infrastruktur menjadi sorotan setelah acara Debat Calon Presiden Minggu (17/2) lalu. Dalam kesempatan tersebut, capres nomor urut 01 Joko "Jokowi" Widodo mengklaim selama 4,5 tahun pemerintahannya tak ada kendala pembebasan lahan dalam proyek infrastruktur.
Menurut dia, pemerintah membeli tanah masyarakat dengan harga yang cukup tinggi, sehingga tidak ada konflik saat proses pembangunan infrastruktur.
“Untuk ganti rugi dalam 4,5 tahun tidak terjadi konflik pembebasan lahan infrastruktur, karena tidak ada ganti rugi. Yang ada ganti untung,” ujar Jokowi malam itu.
Padahal, menurut Catatan Akhir Tahun Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), terjadi ratusan konflik lahan untuk infrastruktur selama 2014 hingga 2018.
Pada tahun 2014, tercatat 215 konflik lahan infrastruktur. Kemudian, tercatat ada 70 konflik infrastruktur pada 2015. KPA juga mencatat 100 konflik di 2016, 94 konflik sepanjang 2017, dan 16 konflik di sepanjang tahun 2018.