Usai Disalatkan, Jenazah Sutopo Dibawa ke Bandara Soekarno Hatta
Depok, IDN Times - Setelah diterima keluarga, jenazah Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho langsung dimandikan dan disalatkan keluarga serta kerabatnya di rumah duka, kompleks Raffles Hills, Depok, Jawa Barat, Minggu (7/7) malam.
Usai disalatkan, jenazah Sutopo langsung dibawa kembali ke Bandara Soekarno Hatta, Banten, untuk diterbangkan ke Solo. Jenazah akan dimakamkan di kampung halamannya Boyolali, Jawa Tengah, Senin (8/7) pagi.
Jenazah Sutopo didampingi rombongan keluarga dan kerabatnya pada Senin (8/7) sekitar pukul 00.33 WIB. Rencananya pesawat yang mengangkut Sutopo akan terbang pada pukul 05.00 WIB, dan langsung dimakamkan di Boyolali sekitar pukul 09.30 WIB.
Ketika disemayamkan di rumah duka, hadir pula sejumlah tokoh seperti Kepala BNPB Doni Monardo, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Mereka secara bergantian berdoa di sisi jenazah dan menyampaikan duka pada keluarga yang ditinggalkan.
Sutopo mengembuskan napas terakhir, Minggu, pukul 02.20 waktu setempat (01.20 WIB) dalam perawatan di Guangzhou, Tiongkok. Saat mengembuskan napas terakhirnya, Sutopo didampingi istri, Retno Utami Yulianingsih, keluarga terdekat, dan komunitas warga Indonesia di Guangzhou. Sutopo dirawat di Guangzhou sejak 15 Juni 2019 lalu.
Sutopo didiagnosis menderita kanker paru stadium IVB. Kanker yang dideritanya telah menyebar ke tulang dan beberapa organ vital tubuh.
Sejak divonis kanker akhir Desember 2017 lalu, ia masih gigih melakukan upaya pengobatan, maupun dalam menginformasikan berbagai bencana yang terjadi di Indonesia, selama 2018 hingga pertengahan 2019.
Jenazah Sutopo diterbangkan pada Minggu sore (7/7) dari Guangzhou, Tiongkok. Jenazah tiba di Jakarta melalui Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, pada Minggu pukul 20.30 WIB.
Kepala Bidang Humas BNPB Rita Rosita seperti dikutip dari Antara mengatakan jenazah Sutopo dari Tiongkok menuju Jakarta diangkut menggunakan pesawat Garuda Indonesia.
Sutopo meninggal pada umur 50 tahun dan meninggalkan seorang istri, Retno Utami Yulianingsih, serta dua anak, Muhammad Ivanka Rizaldy Nugroho dan Muhammad Aufa Wikantyasa Nugroho.



















