Jakarta, IDN Times - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga telah melakukan empat kali pertemuan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk membahas soal temuan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tidak wajar ganda invalid manipulatif sebanyak 17,5 juta. Menurut BPN, ketidakwajaran itu bisa terindikasi karena pemilih tersebut rata-rata lahir pada tanggal dan bulan yang sama.
Direktur Komunikasi dan Media BPN Hashim Djojohadikusumo menyayangkan jawaban KPU yang menyatakan bahwa dalam proses pencatatan administrasi kependudukan, ada pemilih yang tidak tahu tanggal dan bulan lahirnya. Sehingga, pemilih-pemilih demikian disamakan tanggal dan bulan lahirnya, yakni 1 Juli, 31 Desember, dan 1 Januari.
“Dengan menyesal, data yang ditemukan KPU belum memuaskan dan belum final. Sesuai undang-undang, 17 Februari lalu harusnya (DPT) sudah final,” kata Hashim dalam jumpa persnya di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta Pusat, Senin (1/4).
