Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Times/Gregorius Aryodamar P
IDN Times/Gregorius Aryodamar P

Depok, IDN Times - Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, telah menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (7/7) di Guangzhou, Tiongkok. Sutopo meninggal pukul 02.20 waktu setempatatau pada pukul 01.20 WIB.

Kepergian Sutopo menyisakan duka bagi keluarga dan kerabat, juga bagi masyarakat Tanah Air. Buktinya, ketika jenazah almarhum disemayamkan, keluarga dan kerabat ramai-ramai berdatangan memberikan penghormatan yang terakhir.

Selain keluarga dan kerabat, tampak pula Kepala BNPB Doni Monardo, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Mereka secara bergantian berdoa di sisi jenazah dan menyampaikan duka pada keluarga yang ditinggalkan.

Karangan bunga pun berjejer di sepanjang jalan, sekitar 200 meter, menuju kediaman keluarga Sutopo. 

Terlihat karangan bunga dari Presiden Joko "Jokowi" Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Wakil Presiden terpilih 2019-2024 Ma'ruf Amin, Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan sejumlah pihak lainnya.

Setelah dimandikan dan disalatkan, jenazah langsung dibawa ke Bandara Soekarno-Hatta untuk diterbangkan ke Boyolali, Jawa Tengah. Di Boyolali, tempat jenazah dimakamkan.

"Menurut informasi yg kami terima, berangkat dari Cengkareng (Bandara Soekarno-Hatta) pukul 05.00 WIB dan dimakamkan di Boyolali pukul 09.30 WIB," ujar ayah Sutopo, Suharsono.

Sutopo mengembuskan napas terakhir dalam perawatan di Guangzhou. Saat mengembuskan napas terakhirnya, Sutopo didampingi istri, Retno Utami Yulianingsih, keluarga terdekat, dan komunitas warga Indonesia di Guangzhou.

Sutopo didiagnosa menderita kanker paru stadium IVB. Kanker yang dideritanya telah menyebar ke tulang dan beberapa organ vital tubuh.

Sejak Sutopo divonis kanker akhir Desember 2017 lalu, ia masih terus gigih melakukan upaya pengobatan maupun dalam menginformasikan berbagai kejadian bencana yang terjadi di Indonesia, selama 2018 hingga pertengahan 2019.

Editorial Team