Siapa yang tak kenal Pizza Hut dan Marugame Udon? Dua resto waralaba ini diduga menggunakan bahan makanan kedaluwarsa. Sebanyak 14 jenis bahan pangan usang ditengarai dipakai keduanya selama lebih dari tiga tahun sampai April lalu.
Dilansir Tempo.co, (5/9), investigasi mendalam dilakukan oleh majalah Tempo dan BBC Indonesia. Hasilnya ada sejumlah indikasi pemakaian bahan-bahan usang itu. Bahkan bahan tersebut ada yang diperpanjang hingga enam bulan pasca tenggat. Sejumlah narasumber yang ditemui Tempo dan BBC Indonesia membenarkan informasi tersebut.
Paket bahan kedaluwarsa ini terbagi ke dalam belasan jenis bahan. Salah satu bahan itu adalah bonito powder atau tepung bonito yang digunakan untuk perasa ikan. Ada beberapa paket tepung bonito yang masa simpannya ditambah melewati tanggal kedaluwarsa, seperti dilaporkan BBC Indonesia pada Minggu (4/9).
Akan tetapi, Presiden Direktur PT Sriboga Raturaya Alwin Arifin membantah dua anak perusahaan Sriboga, PT Sarimelati Kencana dan PT Sriboga Marugame Indonesia yang mengelola restoran cepat saji tersebut, menggunakan bahan makanan kedaluwarsa. Bahkan dia berkata bahwa itu semua hanyalah fitnah.
Pernyataan PT Sarimelati Kencana (Pizza Hut Indonesia). pic.twitter.com/9K9EUyVvJG
— Restoran Pizza Hut (@Pizza_HutID) September 4, 2016
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen secara tegas melarang perpanjangan masa kedaluwarsa. UU Pangan mengkategorikan bahan kedaluwarsa sebagai bahan yang sudah tercemar.
