ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Faktor keempat, figur dan personal Jokowi dinilai lebih disukai publik dibandingkan dengan Prabowo. Meski begitu, Prabowo unggul dari segi kewibawaan sebagai pemimpin.
"Aspek-aspek personal yang diungguli Jokowi, antara lain Jokowi lebih jujur, lebih pintar, lebih nasionalis, lebih religius, dan lebih merakyat. Persepsi berwibawa sebagai pemimpin, Prabowo lebih unggul dari Jokowi," katanya lagi.
Alasan terakhir, secara kualitatif Jokowi lebih kuat dibandingkan Prabowo. Ditambah lagi, citra Prabowo dinilai temperamental dan semakin sering ditampilkan kepada publik.
"Selain itu, persepsi Jokowi yang lebih unggul debat dan kekhawatiran publik terhadap ekslusifisme Prabowo-Sandi yang terlihat dalam kampanye akbar pada Minggu (7/4) yang dikritik SBY," kata Ardian.
Diketahui, Survei LSI Denny JA itu dilakukan pada 4-9 April 2019 kepada 2.000 responden dan menggunakan metode "multistage random sampling". Wawancara dilakukan secara tatap muka, menggunakan kuesioner dengan "margin of error" 2,2 persen.