Berdasarkan survei Alvara, pulau Jawa dan Indonesia bagian timur menjadi potensi kemenangan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin karena memiliki basis pemilih dengan suara terbanyak.
"Sementara Prabowo-Sandi meraih keunggulan hanya di Pulau Sumatera," ungkap dia.
Di wilayah Sumatera I (Aceh, Sumut, Sumbar, Kepri), Prabowo-Sandi unggul di angka 66,7 persen, sedangkan Jokowi-Ma'ruf hanya mampu di angka 29 persen, dan yang belum memutuskan memilih berada di angka 4,3 persen.
Di wilayah Sumatera II (Riau, Jambi, Sumsel, Bengkulu, Lampung, Babel), Prabowo-Sandi masih unggul di angka 49,1 persen. Sementara, Jokowi-Ma'ruf 35,9 persen dan yang belum menentukan pilihan sebanyak 15 persen.
Di wilayah Jawa I (Jabar, DKI, Banten), Jokowi-Ma'ruf unggul 51,7 persen. Prabowo-Sandiaga 42,4 persen dan yang belum memutuskan sebesar 5,9 persen.
Di wilayah Jawa II (Jateng, Yogyakarta, Jatim), Jokowi-Ma'ruf unggul 66,5 persen. Prabowo-Sandiaga 18,8 persen dan yang belum memutuskan sebesar 14,7 persen.
Kemudian, di Indonesia bagian timur (semua wilayah di Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua), pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul 52,3 persen dan Prabowo-Sandiaga sebesar 43,5 persen. Sementara itu, yang belum memutuskan sebesar 4,2 persen.
Diketahui, survei ini dilakukan pada 2-8 April 2019 di seluruh provinsi di Indonesia. Metode wawancara yang digunakan adalah tatap muka kepada 2.000 responden berusia 17 tahun ke atas yang mempunyai hak pilih, dengan "margin of error" 2,23 persen.