Dok.Pribadi/Pambayun Purbandini
Ini merupakan kedua kalinya aku mengikuti Pemilu Presiden. Bila tahun 2014 lalu aku melakukannya di tanah air, kali ini aku mencoblos di Taiwan karena sedang menempuh studi di National Central University (NCU) jurusan Earth Science sejak pertengahan 2018 lalu.
Proses pengurusan administrasi perpindahan TPS dari Indonesia ke luar negeri menurutku tidak rumit. Kami--para WNI di luar negeri yang hendak memilih--tinggal melakukan pendaftaran secara online sejak sekitar bulan Oktober via website KPPSLN. Tak kebingungan pula karena sebelumnya PPLN sudah memberikan sosialisasi.
Saat pendaftaran tersebut, pemilih diberikan 3 pilihan cara mencoblos. Aku memilih untuk mencoblos langsung di TPS karena supaya bisa turut merasakan euforia Pemilu meski di luar negeri. Pula, TPS-nya tak jauh dari tempat tinggalku di Kota Taoyuan. Aku hanya perlu menempuh waktu 20 menit menggunakan bus untuk sampai di lokasi TPS 03.
Bagiku, pengalaman memilih di luar negeri merupakan pengalaman yang tak tergantikan. Ditambah lagi, sebagai seorang pelajar yang sedang menimba ilmu di negeri yang jauh dari tanah air, panggilan untuk memilih pemimpin jadi lebih bermakna.
Meski sedang tidak berada di negeri sendiri, masa depan bangsa pastinya menjadi tanggung jawab bersama. Maka dari itu, perlu untuk mempergunakan hak suara kita dengan bijak demi Indonesia lebih baik.