Sosok Benny Wenda, Aktivis Papua yang Disebut Provokator oleh Wiranto

Jakarta, IDN Times - Benny Wenda santer disebutkan sebagai dalang dari kerusuhan yang terjadi di Papua. Menteri koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menyebutkan bahwa Benny Wenda merupakan dalang yang memprovokasi kerusuhan di Papua dan Papua Barat.
"Kalau Benny Wenda sejak dulu aktivitasnya sangat tinggi dia. Ke sana kemari, keluar negeri, keluar masuk, memberikan informasi palsu. Dan kita sudah tahu memang mereka selalu melakukan provokasi keluar negeri seakan-akan Indonesia nggak ngurus Papua dan Papua Barat," ujar Wiranto dalam konferensi pers di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (2/9).
Kini Benny bermukim di Oxford, Inggris berkat suaka. Dia aktif dalam isu HAM dan isu terkait pembebasan Papua dan Papua Barat dari NKRI. Benny adalah pemimpin Serikat Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP).
Namun, siapakah Benny Wenda, mengapa ia bisa mendapat suaka serta bagaimana keterlibatannya dengan upaya pemisahan NKRI dan Papua Barat?
1. Mengenal Benny Wenda

Benny Wenda adalah putra Papua yang lahir di Lembah Baliem, Papua, 17 Agustus 1975. Antara 1977 dan 1983 Benny dan keluarganya bermukim dan bersembunyi di hutan bersama orang-orang Lani. Dia kemudian ditunjuk menjadi pemimpin oleh para tetua sukunya. Hingga akhirnya, orang Lani menyerah pada militer Indonesia. Benny bersekolah di Indonesia dan menempuh pendidikan di Universitas Negeri di Jayapura dengan mempelajari sosiologi.
2. Penah dipenjara

Benny pernah dipenjara pada Juni 2002 di Jayapura, karena memimpin protes Papua, menghasut masyarakat dan juga memimpin sejumlah pertemuan rahasia untuk menyerang pos TNI/Polri.
Dia dijatuhi hukuman 25 tahun penjara. Namun pada Oktober 2002 Benny berhasil kabur dari penjara dengan bantuan aktivis kemerdekaan Papua Barat. Hingga dirinya mendapatkan suaka ke Inggris.
3. Kehidupan keluarga dan dokumentasi tentang dirinya

Benny menikah pada 1999 dan kini atas suaka dari pemerintah Inggris bermukim di Oxford bersama istri dan anaknya.
Pada 2015, Benny Wenda merilis dokumentasi tentang dirinya ''The Road to Home'. Film dokumenter Benny mendapat penghargaan ''Best Documentary" di festival film Amsterdam pada 2016.
4. Kiprah di dunia internasional

Benny memiliki kiprah yang luas di dunia Internasional. Selain mendapat suaka di Inggris dirinya juga pernah bertemu dengan Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia PBB yang difasilitasi oleh Pemerintah Vanuatu pada 25 Januari 2019. Namun tindakan pemerintah Vunuatu mendapat protes keras dari pemerintah Indonesia.
5. Mendapat penghargaan

Pada Juli 2019, Benny Wenda mendapatkan penghargaan Oxford Freedom of the City Award dari Dewan Kota Oxford. Dia disebut sebagai pelaku kampanye damai untuk demokrasi.
Namun, lagi-lagi hal tersebut dikecam oleh pemerintah Indonesia karena bertolak dengan keinginan NKRI untuk memisahkan diri dengan Papua Barat.
6. Saudara pimpinan OPM

Pada 2004, Benny mendirikan kampanye pembebasan Papua Barat di Oxford, Inggris. Markas kampanye ini berada di Belanda, Papua Nugini, dan Australia.
Benny juga memiliki relasi yang dekat dengan pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM), yakni Matias Wenda. Mereka adalah saudara kandung.



















