Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sore-Sore Berkah: Kalau Air Wudu Tertelan, Hukum Puasanya Gimana?

Dok.IDN Times/Istimewa
Dok.IDN Times/Istimewa

Jakarta, IDN Times - Ustaz Syam El Marusy kembali hadir di Sore-Sore Berkah dengan topik menarik. Pada tayangan Sore-Sore Berkah hari ini, Senin (27/5), topik yang diangkat adalah hukum jika air wudu tidak sengaja tertelan saat menjalankan puasa.

Menurut Ustaz Syam, semua yang tidak sengaja itu tidak ada hukumnya. 

"Berwudu gak sengaja ketelan, ya udah gak sengaja. Lagi puasa gak sengaja makan gak apa-apa. Semua yang gak sengaja itu intinya gak ada hukumnya," kata Ustaz Syam.

Lalu, apa saja hal-hal yang membatalkan puasa?

"Yang pertama, sengaja makan dan minum, sengaja ya sengaja makan dan minum atau memasukkan sesuatu," kata Ustaz Syam.

"Yang kedua, sengaja melakukan pengobatan daripada 2 lubang atau dari depan ataupun belakang, itu dalam keadaan sengaja," tambah dia.

Segala sesuatu yang disengaja, menurut Ustaz Syam, tidak boleh dilakukan. Salah satunya sengaja muntah. "Lo udah tahu mabok naik mobil, lo pergi naik mobil, nah itu sengaja muntah namanya tuh," kata Ustaz Syam memberikan contoh.

"Yang membatalkan puasa, berhubungan suami istri dengan sengaja itu juga akan membatalkan puasa," kata Ustaz Syam. "Kalau cuma memeluk istri ataupun salim, it’s ok," tambah dia.

Ustaz Syam mengingatkan, sewaktu berwudu kita disunahkan memasukkan air ke dalam hidung. "Nah, memasukkan air ke dalam hidung itu sunah pada saat berwudu, tapi kalau dalam keadaan puasa dihindari, ya kan," kata Ustaz Syam.

Ustaz Syam menyebutkan kumur-kumur dalam wudu itu juga tidak diwajibkan. Yang wajib itu membasuh wajah.

"Langsung ke wajah saja, jadi sebenarnya kumur-kumur itu dianjurkan. Bahkan kata Nabi, seandainya tidak memberatkan umatku, aku akan wajibkan untuk bersiwak," kata Ustaz Syam. "Tapi karena takutnya memberatkan, tidak dibuat wajib," tambah dia.

Hal-hal yang tidak wajib, menurut Ustaz Syam, ketika sedang berpuasa sebaiknya dihindari. Namun kalau mampu untuk menjaganya, boleh saja tetap dilakukan.

"Tapi kalau tidak mampu, dihindari saja sebagai kehati-hatian, namanya wara’, hati-hati supaya kita tidak terlalu. Apa namanya ya, tidak teledor gitu, lho," kata Ustaz Syam.

"Sayang kan puasa kita bisa jadi batal ataupun mengurangi pahala puasa atau mengurangi kesempurnaan daripada ibadah kita," tambah dia.

Hal penting yang menurut Ustaz Syam perlu untuk terus dilakukan adalah berusaha untuk memaksimalkan apa pun syarat-syarat puasa.

"Jadi lengkap, deh. Udah wudu kemudian salat gitu kan," kata Ustaz Syam. "Jadi it’s ok, kalau namanya gak sengaja boleh saja, kecuali kalau dalam keadaan sengaja, itu yang gak boleh," lanjut dia.

https://www.youtube.com/embed/tCyjiapiBSI

Share
Topics
Editorial Team
Margith Juita Damanik
EditorMargith Juita Damanik
Follow Us

Latest in News

See More

Ipsa mollitia quibusdam minus et et ducimus dolore id sint velit nes

30 Jan 2026, 16:08 WIBNews
gallery keenam

Artikel revised [edit LAGI]

25 Nov 2025, 15:15 WIBNews