Seminggu di Pengungsian, Begini Kondisi Korban Banjir di Pengadegan

Jakarta, IDN Times - Sudah sekitar satu minggu warga Pengadegan tinggal di pengungsian Gelanggang Olah Raga (GOR) Pancoran, Jakarta Selatan, sejak banjir melanda pemukiman mereka pada Rabu (1/1). Sedikitnya, ada sekitar 500 orang warga Kelurahan Pengadegan yang mengungsi di GOR Pancoran.
Namun, sudah ada beberapa warga yang kembali ke rumahnya untuk membersihkan barang-barang yang terkena lumpur akibat banjir. Tetapi, ada juga warga yang masih menunggu air surut karena rumah mereka berada di wilayah cekungan.
Rusli (58), salah satu warga yang ikut mengungsi mengatakan, banjir kali ini merupakan yang terbesar sejak 5 tahun terakhir.
"Banjir kemarin bisa dibilang yang paling besar, sampai jam 9 malam air masih masuk dan hampir menutupi jalan yang di atas," kata Rusli.
1. Bantuan logistik untuk korban di pengungsian sudah terpenuhi

Rusli mengaku, bantuan untuk logistik sudah terpenuhi selama di pengungsian. Bantuan datang dari berbagai pihak, mulai dari perorangan, yayasan, sampai instansi pemerintahan.
"Untuk makanan semuanya lancar, walaupun kadang makan siang agak sedikit telat tapi semuanya sudah terpenuhi," kata Rusli.
2. Anak-anak di pengungsian juga sudah melanjutkan aktivitasnya

Sebagian anak-anak yang mengungsi juga sudah kembali melanjutkan aktivitasnya. Mengingat, Senin (6/1), siswa-siswa di DKI Jakarta sudah aktif kembali setelah menjalani liburan semester ganjil 2019.
"Anak-anak semua juga sudah sekolah di sini, karena di sekitar sini tidak ada sekolah yang terkena banjir dan kemarin juga mereka sempat menyelamatkan beberapa pakaian dan perlengkapan sekolah," ucap Rusli.
3. Dokumen pribadi yang hilang atau rusak akibat banjir sudah diganti dengan yang baru

Terkait masalah dokumen yang hilang dan rusak akibat banjir, pemerintah juga telah mendirikan Posko Dukcapil di pengungsian GOR Pancoran sehingga memudahkan masyarakat untuk mengurus dokumen yang hilang atau rusak.
Rusli mengatakan, saat terjadi banjir hampir semua dokumen pribadinya tidak sempat terselamatkan.
"Alhamdulillah sudah diurus tadi sama pemprov dan prosesnya juga cepat," kata Rusli.



















