Sekejam Itukah Orang Indonesia? PRT 11 Tahun Tidak Digaji dan Disiksa Oleh Majikan!

Niat mencari sesuap nasi dengan merantau sejak muda ternyata berujung nasib buruk. Gadis kecil berinisial ACW menjadi asisten rumah tangga dari keluarga A yang berada di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara. Seperti dikutip dari tempo.co, ACW telah bekerja sejak berusia delapan tahun.
ACW juga diketahui berasal dari Makassar. Sejak tiga tahun lalu merantau ke Jakarta dan dijanjikan untuk bersekolah oleh keluarga A. Namun, justru sampai saat ini janji tidak pernah ditepati. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara, Komisaris M Sungkono mengatakan bukan hanya tidak ditepati janjinya, tapi ACW juga tak digaji dan tersiksa.
Sungkono menjelaskan, awalnya sang majikan menuduh ACW mengambil uang puluhan juta rupiah dari kamarnya. Namun, ACW mengelak dan kekerasan pun terjadi karena majikan tidak percaya. ACW dipukul hingga memar.
Dari tangan kosong sampai selang air.

Kekerasan tersebut terjadi bukan hanya dengan tangan kosong, tapi juga benda keras. Sang majikan pun kesal dengan bantahan ACW. Wajah korban jadi yang pertama dipukul dengan tangan kosong. Kemudian, pelaku pun mengambil selang air dan menghantamkannya ke tubuh ACW.
Akan tetapi, saat dipukul, ACW berhasil lepas dan kabur. Dari situ dirinya berlari ke Pasar Lontar, kemudian didekati oleh petugas keamanan karena terus menangis. Petugas keamanan yang mendengar cerita ACW pun membawanya ke Polsek Koja dan melaporkan tindak kekerasan. Dari laporan itu juga diketahui tindak kekerasan dan pelanggaran lainnya. ACW mengaku tidak pernah digaji oleh A.
Gaji telah dikirim ke keluarga di Makassar.

Seperti diberitakan Liputan6.com, selama tiga tahun itu juga ACW tidak pernah pulang untuk bertemu keluarganya. Hal tersebut karena majikan yang tidak pernah berikan gaji ataupun biaya. Akan tetapi, majikan mengaku kalau gaji ACW selalu dikirim ke orangtua di Makassar.
Meski begitu, ACW sendiri tidak pernah tahu berapa besaran gajinya selama bekerja di Jakarta. ACW sendiri saat ini telah dibawa ke pusat rehabilitas. Menurut Kapolsek Koja Kompol Supriyanto akan diperiksa lebih lanjut kondisi psikologis korban.

Penyiksaan kecil seperti ini luput dari mata kita. Seakan-akan yang kejam hanya para majikan di luar negeri terhadap para TKI kita. Namun, dalam negeri, tidak jauh berbeda. Tindakan kejam dari mental menjajah sang majikan menjadi 'modal utama' untuk menutupi rasa kemanusiaan.
Apakah benar orang Indonesia mudah 'gelap mata' dengan kekuasaan? Kekerasan pun dirasa perlu dan lazim ketika menjadi yang lebih tinggi. Hal ini yang menjadikan mental orang-orang Indonesia seolah-olah sangatlah buruk. Seperti itukah orang Indonesia?



















