Saham Indosat Tidak Akan Dijual Atau Ditambah oleh Ooredo

Perusahaan Telekomunikasi Qatar, Ooredo, tidak ada rencana untuk menjual saham PT Indosat. Hingga saat ini, jumlah saham sudah mencapai 65 persen. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh CEO Grup Ooredo, Nasser Marafih, kepada awak media yang menemuinya di Doha, Qatar.

Dilansir Antaranews.com, (29/10), sesuai dengan peraturan dari pemerintah yang menyatakan bahwa kepemilikan saham telekomunikasi tidak boleh lebih dari 65 persen. Maka Ooredo tidak akan melakukan apapun, baik menjual maupun menambah saham yang dimilikinya.
Terkait isu pelepasan saham Indosat, Nasser menjelaskan bahwa hingga saat ini masih belum ada perbincangan lebih lanjut antara pemerintah Indonesia dengan dirinya. Namun, Nasser mengakui bahwa program kebijakan ekonomi yang diberlakukan oleh Joko Widodo telah sukses memberikan iklim investasi yang baik bagi para investor. Sehingga banyak investor yang berdatangan ke Indonesia.
Selain fokus pada bisnis bidang Telekomunikasi di Indonesia, Ooredo juga mengembangkan usaha ke sejumlah negara yang ada di Asia Tengah dan Asia Timur. Menurut Nasser, Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar. Adanya kemajuan infrastruktur dan teknologi yang dimiliki, Indonesia diyakini akan mampu menjadi pasar yang besar bagi investor-investor besar di dunia.




















