Jakarta, IDN Times - Petisi yang dimulai oleh organisasi Indonesia Corruption Watch (ICW) agar capim KPK bermasalah dicoret, terus menuai dukungan. Petisi yang diberi judul "Presiden Jokowi, Coret Capim KPK Bermasalah!" dimulai oleh peneliti ICW, Kurnia Ramadhana sejak Minggu (25/8) lalu. Dari semula targetnya hanya 1.000, kini melonjak menjadi 75 ribu. Per Rabu (28/8) pukul 09:00, petisi itu sudah ditanda tangani oleh 58.632 orang.
Di dalam petisi itu memuat kekhawatiran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan dipimpin oleh calon yang bermasalah. Hal itu lantaran pansel tidak benar-benar mempertimbangkan rekam jejak para calon pimpinan KPK yang sudah disaring. Padahal, tahap seleksi sudah memasuki tahap akhir yakni di 20 besar.
"Kalau pimpinan KPK punya rekam jejak buruk dan punya konflik kepentingan, semakin lama publik gak akan percaya KPK bisa kembali bertindak objektif," tulis Kurnia dalam petisi tersebut.
Memang siapa saja si capim yang dinilai memiliki rekam jejak buruk? Apakah sudah ada tanggapan dari pihak pemerintah terkait tuntutan tersebut?
