Barang-barang yang diamankan kepolisian dari pelaku penyiraman air keras, Sabtu (16/11). IDN Times/Lia Hutasoit
Gatot menuturkan, FY melakukan aksinya karena pada tahun 2015 lalu, pernah jatuh dan mengalami luka robek di bagian kepalanya. Kemudian, FY juga kurang mendapat perhatian dari kakaknya.
"Bahkan, ketika di Rumah Sakit, dia kurang mendapat perhatian kakaknya," tutur Gatot.
Namun, saat didalami oleh penyidik, kakak FY mengaku memperhatikan adiknya itu. Sementara itu, alasan korban yang diincar oleh FY adalah perempuan, disebabkan sang kakak merupakan perempuan.
"Itu alasan yang bersangkutan merasa kurang diperhatikan. Tapi, kita masih mendalami apakah itu motif yang sebenarnya atau tidak. Penyidik masih bekerja," jelas Gatot.
Lebih lanjut, polisi belum dapat memastikan bagaimana kondisi kejiwaan pelaku usai melakukan aksinya. Selain itu, hasil tes urine FY dinyatakan negatif mengonsumsi alkohol.
"Ini kita masih lakukan pemeriksaan psikologi, hasilnya belum keluar. Mungkin nanti malam atau besok sudah keluar untuk itu," katanya.