Peserta Sengketa Beseteru Saat Sidang, Namun Rukun Ketika Salat Jumat
Jakarta, IDN Times - Ada yang berbeda di pelataran gedung Mahkamah Konstitusi pada Jumat (21/6). Ketika sidang diskors untuk ibadah salat Jumat, sebagian dari para peserta yang tengah bersengketa di MK menunaikan salat di halaman gedung tersebut. Peristiwa yang sama tak terlihat ketika sidang sengketa pilpres kali pertama digelar pada Jumat (14/6) lalu.
Berdasarkan pantauan IDN Times, para jemaah yang terdiri dari aparat kemanan, pegawai di MK dan pihak-pihak yang bersidang memadati tenda serta halaman gedung MK sebelah kiri. Kendati mereka berselisih di ruang sidang, tetapi mereka terlihat khusyuk ketika menunaikan ibadah salat. Mereka menggunakan sajah yang telah disiapkan oleh pihak MK.
Dalam khotbahnya, khatib salat Jumat di depan gedung MK menekankan agar publik mempercayakan semua keputusan mengenai sengketa Pilpres 2019 kepada para hakim MK yang tengah bertugas.
"Jemaah sidang Jumat yang dimuliakan, dalam kontestasi demokrasi, pemilihan presiden ini tentu ada beberapa hal yang tidak bisa memuaskan semua pihak. Untuk itu marilah kita percayakan keputusan ini kepada para hakim yang memang orang-orang cerdas dan terpelajar," kata Khatib dalam khotbahnya pada siang ini.
Dalam kesempatan yang sama khatib juga meminta jemaah salat Jumat untuk melakukan rukuk dan sujud dengan durasi yang lebih lama dari biasanya. Khatib meminta para jemaah untuk merapalkan doa untuk kedamaian dan kesejahteraan Indonesia.
"Nantinya dalam salat, mari kita sedikit lebih lama, kita rapalkan doa dalam dua gerakan tersebut, mari kita doakan demi kedamaian dan kesejahteraan negara kita," ujar khatib berpesan.

.png)

















