Jakarta, IDN Times - Peneliti dan Redaktur Penerbitan Pengembangan Ilmu LP3ES Malik Ruslan mengakui, lima orang yang dipilih oleh Presiden Joko 'Jokowi' Widodo untuk menjadi Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) tak dipungkiri adalah orang-orang hebat. Namun, dalam pandangan Malik, dengan memilih nama-nama hebat itu, publik seolah lupa bahwa posisi dewas tetap membatasi gerak KPK untuk memberantas korupsi di Tanah Air.
"Orang hebat dimasukkan ke posisi yang tidak hebat. Mereka orang-orang hebat, tepat, tapi di tempat yg tidak hebat dan tepat," ujar Malik di acara Outlook Demokrasi LP3ES di ITS Tower, Jalan Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Sabtu (21/12).
Lalu, mengapa Malik berpendapat demikian?
