Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pasang-Surut Peserta Pemilu Nasional dan Catatan Torehan Suaranya

ANTARA FOTO/Yusran Uccang
ANTARA FOTO/Yusran Uccang

Jakarta, IDNTimes – Torehan suara pemilihan umum dari tahun ke tahun tidak melulu memastikan partai peserta pemilihan umum dapat bertahan dalam kurun waktu panjang. Hal itu terbukti dari pelaksanaan empat kali Pemilu Indonesia pasca-reformasi 1998, yakni Pemilu 1999-2014.

Misalkan saja, dari satu partai politik peserta Pemilu 2019, belum pasti akan memiliki kemenangan suara seperti tahun Oemilu sebelumnya, yakni tahun 2014. Satu periode ke belakang, politik Indonesia dikuasai oleh PDI-P sebagai pemenang Pemilu 2014. PDI-P sendiri telah berpuasa juara satu periode pemerintahan (2009-2014) lantaran Partai Demokrat sukses meraih kemenangan telak.

Sementara soal jumlah parpol nasional peserta Pemilu, itu juga tidak dapat dipastikan setiap tahun penyelenggaraan Pemilu yang dihitung lima tahun satu kali. Pemilu 2019 kali ini, Indonesia dihuni 14 parpol nasional yang bakal bersaing mendapatkan suara kursi legislatif.

Apalagi, terdapat beberapa partai anyar sebagai peserta Pemilu 2019 seusai verifikasi KPU RI, pada Februari 2019 lalu. Parpol-parpol itu antara lain adalah Partai Berkarya, Partai Solidaritas Indonesia, dan Partai Garuda. 

Berikut ini daftar peserta Pemilu serta hasil torehan suara parpol tahun 1999-2014.

1. Pemilu tahun 2014 sudah ramping

IDN Times/Sukma Shakti
IDN Times/Sukma Shakti

PDI-P sukses mengejar ketertinggalan dalam Pemilu 2014. Tak hanya kursi eksekutif "dicomot" PDI-P dengan pengusungan calon presiden 2014 yang ditugaskan kepada mantan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Parpol yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri ini tak disangka dapat mendulang sukses torehan suara dan menguasai kursi legislatif di Pileg 2014.

Jumlah parpol peserta Pemilu 2014 mengalami penurunan karena hanya terdapat dua belas parpol. Rekapitulasi Pemilu 2014 memiliki hasil PDI-P berada di tingkat teratas dengan torehan suara 23.681.471 dan 18,95 persen. Kemudian ada Golkar sebagai parpol yang membayangi PDI-P di urutan kedua dengan 18.432.312 suara dan 14,75 persen.

Sedangkan di urutan ketiga, terdapat Gerindra dengan 14.760.371 suara dan 11,81 persen. Urutan keermpat hingga ke-12, mereka ditempati oleh Partai Demokrat 12.728.913 suara dan 10,9 persen, PKB 11.298.950 suara dan 9,04 persen, PAN 9.481.621 suara dan 7,59 persen, PKS 8.480.204 suara dan 6,79 persen.

Lima terbawah ada NasDem dengan 8.402.812 suara dan 6,72 persen, PPP 8.157.488 suara dan 6,53 persen, Hanura 6.579.498 suara dan 5,26 persen, PBB 1.825.750 suara dan 1,46 persen. Sedangkan juru kunci pada Pemilu 2014 dihuni oleh PKPI yang hanya menoreh 1.143.094 suara dan 0,91 persen.

2. Pemilu tahun 2009, parpol peserta Pemilu ada banyak

Antara Foto/Sigid Kurniawan
Antara Foto/Sigid Kurniawan

Sepuluh tahun lalu, Partai Demokrat (PD) berhasil meraih torehan suara tertinggi di antara 37 parpol peserta Pemilu 2009. PD mulai mendongkrak 20 persen lebih suara dan bisa dikatakan 2009 adalah tahun awal kemenangan PD dalam kancah perpolitikan nasional.

Padahal, satu periode sebelumnya PD hanya meraup suara di bawah 10 persen dan meraih torehan suara tertinggi dari pencalonan kader dalam pemilihan eksekutif, atau lebih dikenal Pemilihan Presiden 2004. 

Kantong suara Pemilihan Legislatif 2009 membuat PD semakin kuat dalam pemerintahan karena Susilo Bambang Yudhoyono berhasil mempertahankan jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia untuk periode ke-2.

Pertaruhan PD tidak hanya itu saat itu. Pada Pemilu 2009, PD bersaing dengan 37 parpol nasional. PD malah berhasil menghadapi 37 parpol ketimbang 23 parpol dalam Pemilu 2004.

PD dalam Pemilu 2009 berhasil mengantongi 21.655.295 suara dan 20.81 persen. Tiga besar parpol lain di bawah PD ada Golkar 15.031.497 suara dan 14,45 persen di peringkat kedua torehan suara. Sedangkan peringkat ketiga malah dihuni oleh PDI-P karena hanya mengantongi 14.576.388 suara dan 14,01 persen.

Parpol-parpol lain sebagai peserta Pemilu 2009 menurut catatan KPU RI yaitu Hanura 3.925.620 suara dan 3,77 persen, Partai Karya Peduli Bangsa 1.461.375 suara dan 1,40 persen, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia 745.965 suara dan 0,72 persen, Partai Peduli Rakyat Nasional 1.260.950 suara dan 1,2 persen, Partai Barisan Nasional 760.712 suara dan 0,73 persen, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia 936.133 suara dan 0,90 persen.

Kemudian, PKS 8.204.946 suara dan 7,89 persen, PAN 6.273.462 suara dan 6,03 persen, PPIB 198.803 suara dan 0,19 persen, Partai Kedaulatan 438.030 suara dan 0,42 persen, PPD 553.299 suara dan 0,53 persen, PKB 5.146.302 suara dan 4,95 persen, Partai Pemuda Indonesia 415.563 suara dan 0,40 persen, Partai Nasional Indonesia Marhaenisme 317.433 suara dan 0,31 persen, Partai Demokrasi Pembaruan 896.959 suara dan 0,86 persen.

Partai Karya Perjuangan 351.571 suara dan 0,34 persen, Partai Matahari Bangsa 415.294 suara dan 0,40 persen, Partai Penegak Demokrasi Indonesia 139.988 suara dan 0,13 persen, Partai Demokrasi Kebangsaan 671.356 suara dan 0,65 persen, Partai Republik Nusantara 631.814 suara dan 0,61 persen, Partai Pelopor 345.092 suara dan 0,33 persen, PPP 5.544.332 suara dan 5,31 persen, Partai Damai Sejahtera 1.522.032 suara dan 1,46 persen.

Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia 468.856 suara dan 0,45 persen, PBB 1.864.642 suara dan 0,45 persen, Partai Bulan Bintang 1.864.642 suara dan 1,79 persen, Partai Bintang Reformasi 1.264.150 suara dan 1,21 persen, Partai Patriot 547.798 suara dan 0,53 persen, PKDI 325.771 suara dan 0,3 persen, Partai Indonesia Sejahtera 321.019 dan 0,31 persen, PKNU 1.527.509 suara dan 1,47 persen.

Partai Merdeka 111.609 suara dan 0,11 persen, PNUI 146.83 suara dan 0,14 persen, Partai Sarikat Indonesia 141.558 suara dan 0,14 persen, dan terakhir ada Partai Buruh 265.369 suara dan 0,26 persen. Di sisi lain, jumlah suara pemilih pada Pemilu 2009 yaitu 104.048.118 suara berdasarkan data resmi KPU RI.

3. Pemilu tahun 2004 terdapat 24 parpol

ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Parpol peserta Pemilu mulai terlihat "ramping" bila dilihat jumlah peserta Pemilu 2004. Sebab, pasca-reformasi, pelaksanaan Pemilu diramaikan sekitar 24 parpol nasional. Tepatnya, pada tahun 1999 Pemilu di Indonesia sangat ramai karena terdapat 48 parpol nasional tercatat resmi sebagai peserta Pemilu.

Suara tertinggi masih dikuasai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sebagai parpol pemenang Pemilu 1999. Dalam tahun 2004, PDI-P hanya bersaing dengan 23 parpol nasional. Keadaan itu tak membuat PDI-P kehilangan suara walau pun jumlah parpol nasional mulai berkurang dan ditambah kehadiran parpol nasional baru.

Para peserta Pemilu 2004 adalah Partai Nasional Indonesia Marhaenisme 906,739 suara, 0,80 persen, Partai Buruh Sosial Demokrat 634,515 suara dan 0,56 persen, Partai Bulan Bintang 2.965.040 dan 2,62 persen, Partai Merdeka 839,705 suara dan 0,74 persen, Partai Persatuan Pembangunan 9.226.444 suara 8,16 persen, Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan 1.310.207 suara dan 1,16 persen.

Partai Perhimpunan Indonesia Baru 669,835 suara dan 0,59 persen, Partai Nasional Banteng Kemerdekaan 1.228.497 suara dan 1,09 persen, Partai Demokrat 8.437.868 suara dan 7,46 persen, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia 1.420.085 suara dan 1,26 persen, Partai Penegak Demokrasi Indonesia 844,48 suara dan 0,75 persen.

Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia 890,98 suara dan 0,79 persen, Partai Amanat Nasional 7.255.331 suara dan 6,41 persen, Partai Karya Peduli Bangsa 2.394.651 suara dan 2,12 persen, Partai Kebangkitan Bangsa 12.002.885 suara dan 10,61 persen, Partai Keadilan Sejahtera 8.149.457 suara dan 7,20 persen, Partai Bintang Reformasi 2.944.529 suara dan 2,23 persen.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 20.710.006 suara dan 18,31 persen, Partai Damai Sejahtera 2.424.319 suara dan 2,14 persen, Partai Golongan Karya 24.461.104 suara dan 21,62 persen, Partai Patriot Pancasila 1.178.738 suara dan 1,04 persen, Partai Sarikat Indonesia 677,259 suara dan 0,60 persen, Partai Persatuan Daerah 656,473 suara dan 0,58 persen, Partai Pelopor 896,603 suara dan 0,79 persen.

4. Pemilu tahun 1999 terdapat 48 parpol nasional

Tahun 1999 merupakan tahun kebangkitan Partai Demokrasi Indonesia melalui gerakan baru dengan menyematkan kata "perjuangan" dalam nama parpol, PDI-P. Banyak parpol berkarater nasionalis dan juga religius dalam Pemilu 1999. Tetapi, PDI-P mampu menjadi juara saat itu bersaing bersama 47 parpol nasional dan parpol semasa Orde Baru hanya ada tiga parpol (Golkar,PPP, dan PDI). 

PDIP 35.689.073 suara, Golkar 23.741.749 suara, PPP 11.329.905 suara, PKB 13.336.982 suara, PAN 7.528.956 suara, PBB 2.049.708 suara, Partai Keadilan 1.436.565 suara,

PKP 1.065.686 suara, PNU 679,179 suara, PDKB 550, 846 suara, PBI 364,291 suara, PDI 345,72 suara, PP 655,052 suara, PDR 427,854 suara, PSII 375,92 suara, PNI Front Marhaenis 365,176 suara, PNI Massa Marhaen 345,629 suara, IPKI 328,654, PKU 300,064 suara, Masyumi 456,718, PKD 216,675 suara.

PNISupeni 377,137 suara, Krisna 369,719 suara, Partai KAMI 289,489 suara, PUI 269,309 suara, PAY 213,979 suara, Partai Republik 328,564 suara, Partai MKGR 204, 204 suara, PIB 192,712 suara, Partai SUNI 180,167 suara.

PCD 168,087 suara, PSII 1905 152,82  suara, Masyumi Baru 152,589, PNBI 149,136 suara, PUDI 140,98 suara, PBN 140,98 suara, PKM 104,385 suara, PND 96,984 suara, PADI 85,838 suara, PRD 78,73 suara, PPI 63,934 suara, PID 62,901 suara, Murba 62,006 suara,

SPSI 61,105 suara, PUMI 49,839 suara, PSP 49,807 suara, PARI 54,79, PILAR 40,517 suara.

Share
Topics
Editorial Team
Denisa Tristianty
EditorDenisa Tristianty
Follow Us

Latest in News

See More

Magna voluptas voluptates soluta mollit reprehenderit amet commodi l

07 Jan 2026, 15:05 WIBNews
gallery keenam

Artikel revised [edit LAGI]

25 Nov 2025, 15:15 WIBNews