Partai Syariah, Parpol Baru yang Didirikan Alumni 212

Sebuah partai baru bernama Partai Syariah dideklarasikan oleh tujuh orang alumni aksi 212, Senin (17/7). Salah satu pencetus berdirinya partai tersebut, Ma'ruf Halimuddin mengatakan bahwa misi utama mereka adalah membangun parlemen yang bersih dan bernuansa Islam.

Adapun Ketua penggagas berdirinya partai ini, Siti Asmah Ratu Agung mengatakan bahwa biaya operasional partai sementara masih diambil dari iuran peserta aksi 212. Kedepannya, Asmah ingin partai ini berdiri secara mandiri dan mengajak semua elemen untuk memberikan dukungan.
Partai ini ingin memperjuangkan aspirasi umat muslim.

Selain Ma'ruf dan Asmah, lima orang yang ikut membidani lahirnya partai ini antara lain, Shidiq, Agung, Ummi Andi, Rulli Munasir, serta Hafidz. Partai politik ini nantinya akan memperjuangkan aspirasi umat muslim.
Asmah menegaskan bahwa terbentuknya partai ini bukan karena mereka tidak percaya dengan partai Islam yang sudah ada. Mereka hanya ingin kembali memperkuat cita-cita mayoritas umat muslim di tanah air.
Partai Syariah masih belum memiliki anggota resmi.

Terkait anggota resmi partai ini, Asmah mengaku belum memiliki sama sekali. Mereka masih sebatas berkomunikasi di aplikasi pesan singkat, Whatsapp. Pihaknya mengaku sudah menciptakan 400 grup Whatsapp di 34 provinsi untuk merekrut anggota baru. Meski begitu, partai ini mengklaim telah membentuk sejumlah posko di daerahnya yang rencananya digunakan untuk kebutuhan sekretariat.
Lalu bagaimana caranya menjadi anggota di partai ini? Asmah mengatakan bahwa syarat utamanya adalah beragama Islam. Terkait pemilihan ketua umum partai secara resmi nantinya akan ditentukan langsung oleh ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI). Siapapun kandidat yang lebih menguasai tentang keislaman, itulah yang nantinya akan dipilih menjadi ketua umum.
Berdirinya Partai Syariah ini juga diharapkan bisa menginspirasi pihak-pihak lain untuk membentuk partai yang sama. Dengan cara ini maka akan semakin banyak umat islam yang menguasai parlemen dan pemerintahan di Indonesia. Targetnya, kata dia, sekitar lima atau enam partai Islam baru akan hadir pada tahun 2018.



















