Kemiskinan nyatanya masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah. Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data kemiskinan dan ketimpangan di Indonesia. Hasilnya, tingkat ketimpangan memang berada di posisi stagnan, namun jumlah angka kemiskinan dipastikan bertambah sekitar 6.900 orang. Angka itu didapat per bulan September 2016-Maret 2017.
Kabar gembiranya, Kepala BPS Suharyanto mengumumkan bahwa angka ini masih lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Jika sebelumnya persentase penduduk miskin adalah 10,70 persen. Maka kini jumlahnya menurun di posisi 10,64 persen atau turun 0,06 persen dibandingkan sebelumnya.
Suharyanto menyimpulkan bahwa jumlah penurunan angka kemiskinan ini relatif melambat dibandingkan periode sebelumnya. Ada sejumlah faktor yang memicu timbulnya angka kemiskinan ini, antara lain harga komoditas makanan tidak stabil, mahalnya biaya perumahan, listrik, bensin, pendidikan, angkutan, kesehatan, dan lain sebagainya.
