Jakarta, IDN Times - Kalian masih ingat orang utan betina bernama Hope yang ditembak dengan menggunakan senapan angin? Berdasarkan hasil x-ray, ada 74 peluru yang bersarang di induk orang utan itu, termasuk empat di mata kiri dan dua di mata kanan. Peristiwa itu terjadi pada Maret lalu dan sempat menjadi sorotan media internasional, The New York Times.
Tidak bisa dipungkiri, hal ini dipicu salah satunya meningkatnya industri kepala sawit dan kertas. Akibatnya, habitat asli orang utan semakin menyusut.
Kini, kondisi Hope tak lagi bisa melihat akibat diberondong senjata angin. Belum lagi kera besar itu sempat mengalami patah tulang selangka diduga akibat dipukul menggunakan benda-benda tajam.
Polres Aceh Singkil berhasil menangkap pelaku penembakan yang terdiri dari dua orang. Keduanya berinisial AIS (17 tahun) dan SS (16 tahun) serta masih berstatus pelajar. Namun, yang mencengangkan kendati telah melukai satwa langka Indonesia, keduanya justru divonis sangat ringan yaitu dijatuhi sanksi sosial berupa wajib azan Maghrib. Lho kok bisa?
