Jakarta, IDN Times - Polri untuk kali pertama pada Sabtu (28/12) menunjukkan kepada publik wajah dua tersangka penyiram air keras ke wajah Novel Baswedan. Dua anggota Polri aktif yang hanya disampaikan inisialnya yakni RB dan RM selesai menjalani pemeriksaan perdana pada siang tadi.
Keduanya dibawa keluar dari ruang pemeriksaan di Polda Metro Jaya sekitar pukul 14:26 WIB. Tangan keduanya diikat dan mengenakan baju tahanan polisi berwarna oranye.
Dari ruang Bareskrim Polda Metro Jaya, keduanya kemudian dipindahkan ke Bareskrim Mabes Polri dan ditahan di sana selama 20 hari pertama. Saat menuju ke mobil, salah satu tersangka berinisial RB mengatakan tidak suka terhadap penyidik senior itu. Bahkan, ia kesal kepada Novel dan menyebutnya sebagai pengkhianat.
"Tolong dicatat, saya gak suka sama Novel karena dia pengkhianat!" ujar RB kepada media yang meliputnya di Polda Metro Jaya.
Sesungguhnya masih banyak hal yang menjadi tanda tanya publik kendati dua pelaku sudah ditangkap dan ditahan. Salah satunya mengenai wajah kedua tersangka yang berbeda dari sketsa yang pernah dirilis oleh Polri.
Secara resmi Polri pernah merilis empat sketsa pada 2017 lalu. Tiga sketsa di antaranya pernah ditunjukkan oleh petinggi Polri ke publik. Satu sketsa diungkap oleh Tito Karnavian ketika masih menjadi Kapolri di Istana Negara pada 31 Juli 2017.
Sementara, dua sketsa ditunjukkan oleh Idham Azis pada 24 November 2017 lalu di gedung Merah Putih KPK. Idham ketika itu bahkan menggelar jumpa pers bersama Ketua KPK jilid IV, Agus Rahardjo.
Pertanyaan lain yang ada di benak publik, bila betul pelaku lapangan adalah anggota Polri yang aktif, mengapa waktu yang dibutuhkan untuk mengungkap kasus ini begitu lama. Hampir tiga tahun lamanya kasus Novel berlalu, namun baru kini ada titik terang.
Lalu, apa komentar Polri mengenai empat sketsa wajah yang terlihat tidak sama dengan dua wajah pelaku yang dijadikan tersangka?
