Humas AIESEC di President University
Pada hari terakhir, peserta EP mengadakan workshop bertema E-Millennials: Tidung for Sustainable Tourism, bersama Tour Guide lokal untuk membahas hasil analisa, evaluasi, kritik, dan saran dari EP.
Workshop ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya dan bagaimana cara meningkatkan kepariwisataan di Pulau Tidung, agar lebih berkualitas dan berkelanjutan.
"Sesi edukasi interaktif ini membahas tentang pentingnya dan bagaimana cara memberdayakan atau meningkatkan beberapa sumber daya di Pulau Tidung, guna meningkatkan pariwisata di pulau tersebut," ujar Nabil.
Potensi wisata di Tidung antara lain keindahan alam baik bawah laut maupun darat, sejarah, infrastruktur yang memadai, dan pentingnya kesadaran masyarakat secara proaktif turut mendukung kepariwisataan pulau tersebut agar berkelanjutan.
Setelah mengikuti kegiatan di Kepulauan Seribu, pada 22 Agustus seluruh panitia dan peserta EP melakukan acara perpisahan. Dalam farewell party itu, mereka berkumpul dan bersenang-senang, hingga bertukar pikiran tentang pengalaman mereka selama di Summer Project AIESEC President University itu.
Mereka juga melihat dokumentasi dari kegiatan yang telah enam minggu mereka kerjakan, demi mengubah dunia. Acara perpisahan dimeriahkan dengan roll dance yang selalu hadir dalam setiap acara atau kegiatan AIESEC.
"Malam penutupan ini menjadi malam yang bersejarah, karena dengan adanya malam penutupan, berarti tugas peserta dan panitia Summer Project 2019 dengan dua kegiatan inti, yaitu Morning Sunshine 4.0 dan E-Millennials resmi berakhir. Sehingga saatnya para exchange participant kembali ke negara mereka masing-masing," kata Nabil.